Tegakkan Al Quran Dan As Sunnah Untuk Kemerdekaan Hakiki


320436_10150263326625658_175817530657_8173726_4633671_n.jpg (720×480)Oleh : Farid Wadjdi


Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Alquran sebagai hudan (petunjuk), bayyinat minal huda (penjelas atas petunjuk itu) dan furqan (pembeda antara yang haq dan yang bathil, antara yang benar dan yang salah, antara yang halal dan haram serta antara yang diridhai Allah dan yang tidak). Setiap Muslim wajib meyakini kebenaran Alquran sebagai Kalamullah. Keyakinan itu semestinya kemudian diwujudkan dengan membaca (tilawah) Alquran, mengkaji dan mempelajarinya (tadarrus dan todabbur) serta mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bulan Ramadhan adalah juga bulan muraqabah. Di dalamnya setiap Muslim dituntut untuk menahan rasa lapar dan dahaga demi meraih derajat takwa. Takwa adalah puncak hikmah dari ibadah shaum Ramadhan. Perwujudan takwa secara individu tidak lain adalah dengan melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya. Adapun perwujudan takwa secara kolektif adalah dengan menerapkan syariah yang bersumber dari Alquran dan As Sunnah secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan. Puasa Ramadhan tentu kurang bermakna, jika tidak ditindaklanjuti oleh pelaksanaan syariah secara kaffah dalam kehidupan karena justru itulah sesungguhnya wujud ketakwaan yang hakiki sebagai cermin nyata keyakinan setiap Muslim terhadap Alquran sebagai Kalamullah.

Berkenaan dengan momen turunnya Alquran (Nuzulul Quran) pada Ramadhan 1432 H, seruan Hizbut Tahrir Indonesia pantas untuk kita renungkan. Pertama, kepada seluruh umat Islam Indonesia untuk menjalankan ibadah shaum Ramadhan, ini dengan sebaik-baiknya, dengan khusyu', ikhlas, dan penuh penghayatan sehingga hikmah utama puasa, yakni takwa, dapat ditangkap dengan baik.

Kedua, kepada seluruh umat Islam Indonesia, khususnya para pejabat pemerintahaan dari yang paling tinggi hingga eselan paling rendah untuk benar-benar berpegang teguh pada Alquran dan As Sunnah dengan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di bidang politik dan pemerintahan. sebagai kalamullah tidaklah cukup sekadar dibaca, apalagi dilombakan dan diperingati hari turunnya Alquran (Nuzulul Quran), tapi semestinya harus diamalkan dalam kehidupan nyata.

Hanya bila hukum syariah yang bersumber dari Alquran, bersama As Sunnah, diamalkan maka akan tercipta kehidupan yang penuh rahmat bagi semua, serta terwujudnya kemerdekaan hakiki bagi negeri ini. Tapi bila diabaikan, maka yang terjadi adalah sebaliknya, yakni kehidupan yang penuh persoalan dan kerusakan (ma'isyatan dhanka) serta tetap bercokolnya penjajahan dalam segala bentuknya.

Ketiga, bulan Ramadhan yang juga disebut syahrul jihad (bulan jihad) hendaknya memberikan suntikan semangat dan keteguhan untuk berpegang teguh kepada Islam, serta lebih giat lagi melakukan amar ma'ruf nahi mungkar dan berjuang demi terwujudnya kehidupan Islam melalui tegaknya kembali syariah dan Khilafah di muka bumi. Dan hanya dalam Khilafahlah, kemerdekaan hakiki itu benar-benar dapat diwujudkan.

Kalaulah Khilafah ada, bulan Ramadhan ini tidak akan kita isi hanya dengan menahan lapar dan hawa, membaca Alquran atau shalat tarawih bersama. Tapi juga berperang di jalan Allah SWT (jihad fi sabilillah). Sebagaimana Rasulullah SAW pada bulan Ramadhan memobilisasi umat Islam untuk berjihad dalam perang Badar dan Fathul Makkah. Khalifah akan mengomandokan kita umat Islam di seluruh penjuru dunia, tentara-tentara Islam yang terlatih, untuk bersiap-siap membebaskan negeri-negeri Islam yang masih dijajah oleh negara-negara imperialis.

Seandainya Khilafah ada, Ramadhan tidak akan kita lalui dengan sikap yang hipokrit. Berulang-ulang kita menyatakan bulan Ramadhan adalah bulan ketakwaan, tapi di depan mata kita kemaksiatan terns berlangsung akibat sistem yang melegalkannya. Berulang-ulang mengatakan Alquran pedoman hidup, sementara hukum-hukumnya kita campakkan dengan tidak menerapkanya dalam seluruh aspek kehidupan kita. Pernyataan berulang Alquran sebagai hudallinnas (petunjuk manusia), hudallil muttaqin, menjadi semacam retorika tanpa realita.

Inilah yang pernah dikhawatirkan oleh Rasulullah SAW, terjadi pada umatnya. Sebagaimana firman Allah SWT. Berkatalah Rasul, "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Alquran ini sebagai sesuatu yang diabaikan. (TQS al-Furqan [25]: 30).Dengan adanya Khilafah, hal itu tentu tidak akan terjadi. Sebab Khilafah akan menjadikan syariah Islam menjadi hukum resmi negara yang wajib diterapkan dalam segala aspek kehidupan. Dengan demikian Alquran dan as Sunnah benar-benar menjadi pedoman hidup kita.

Tulisan Terkait lainnya:




0 comments for Tegakkan Al Quran Dan As Sunnah Untuk Kemerdekaan Hakiki

Leave comment

Bring Islam Back Al-Khilafah org

Hak Cipta Hanya Milik Allah SWT, Menyadur dan Menyebarkan isi Website ini Sangat di anjurkan | jawara web | seacrh engine | butik muslim | situs islam | islamic wallpaper | situs berita global